Salah satu yang membuat ingat nama Gus Dur adalah karena pemikirian-pemikirannya, yang menurut kaca mata saya secara pribadi tidak bisa diterjemahkan langsung. Bagi masyarakat umum lainnya, mungkin pemikiran-pemikiran Gus Dur yang disampaikan baik melalui media masa maupun forum-forum lainnya sangat aneh dan tidak umum. Tetapi itulah gaya dan karakteristik Gus Dur.
Terlepas dari sosok dan kepribadian Gus Dur, pola pikir Gus Dur banyak yang bermanfaat. Sebagai manusia biasa, tentu Gus Dur tidak terlepas dari kesalahan maupun kekeliruan. Salah satu yang "terus terang" kurang saya sukai dari gaya Gus Dur adalah, seenaknya sendiri dan seolah-olah selalu benar.
Apa-apa yang dilakukan Gus Dur, kadang memang sulit dicerna dan dimengerti. Dibalik itu semua Gus Dur punya alasan dan kriteria yang mesti harus digali dan dicari.
Sosok Gus Dur, sudah "menjadi" panutan bagi sebagian masyarakat. Namun juga sebagian masyarakat "tidak setuju dan sependapat". Menyikapi perbedaan itu, tentu wajar-wajar saja.
Melalui blog ini saya punya usul dan saran kepada Gus Dur khususnya dan semua masyarakat, termasuk diri saya. Gus Dur tidak usah, tidak mau dan tidak perlu untuk mencalonkan presiden. Mengapa? Selain untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, juga sudah sepantasnya Gus Dur "kata orang jawa tinggal lihat dan bawa gepuk". Yang berikutnya adalah pemikiran-pemikiran Gus Dur, sebaiknya disampaikan dengan cara tegas dan halus. Pemikiran yang sangat berseberangan dengan kondisi dan situasi, sebaiknya jangan dilontarkan lansung, sebab bisa menimbulkan kesalahan persepsi.
Minggu, 22 Juni 2008
Gus Dur dimata Saya
Rabu, 11 Juni 2008
Belajar Membuat Minuman Beras Kencur
Kemarin, istri saya dan beberapa ibu-ibu disekitar belajar membuat minuman beras kencur. Hasilnya lumayan enak, bahkan pada malam harinya, pada waktu arisan RT, minuman beras kencur dibagikan kepada ibu-ibu lainnya. Bahkan ada yang langsung pesan untuk dibuatkan.
Ada beberapa kritikan membangun, mungkin karena rata-rata ibu-ibu yang sudah mengurangi kadar gula, sehingga hasil belajar itu masih dirasa agak manis. Konon kata instrukturnya, memang dibuat demikian, dengan maksud apabila dicampur dengan es, atau ditambah dengan air panas, sehingga disesuaikan dengan selera, rasa manis itu berkurang.
Yang jadi pertanyaan saya adalah berapa lama minuman itu tahan dan disimpan. Ketika ditanyakan kepada instrukturnya, bisa dicampuri sedikiat pengawet (lupa namanya) supaya bisa tahan tanpa dimasukkan ke kulkas sampai 1 minggu. Tetapi juga merupakan kesulitan apabila mau disimpan lebih dari 1 minggu.
Bagaimana cara menyimpan supaya bisa tahan sampai lama.... barangkali ada rekan disini yang bisa memberikan saran.
Selasa, 10 Juni 2008
Ternak Kelinci Pedaging
Dimana bisa mendapatkan bibit kelinci relatif murah.
Jenis apa yang cocok untuk pedaging.
Bagaimana prospek bisnisnya.
Pertanyaan2 itu masih menjadi ganjalan untuk memulai bisnis ternak kelinci.
Dalam benak ini sudah terlintas, namun perlu pembuktian. Bahwa daging kelinci kedepan merupakan alternatif kebutuhan daging, mengapa?
Ayam, unggas lainnya saat ini masih marak flu burung.
Sapi, kerbau dan sejenisnya juga terkena penyakit.
Kambing, relaitif masih aman tetapi terbatas dan tidak semua orang bisa mengkonsumsi.
Ayo... bantu untuk memulai ternak kelinci. Saat ini sedang persiapan membuat kandang, kapasitas untuk sekitar 50an ekor. Mengenai pakan, kayakanya tidak begitu masalah, karena masih banyak rumput liar.
Rabu, 04 Juni 2008
Menyikapi perbedaan
Dalam kehidupan nyata di dunia, diberikan penglihatan, pendengaran, perasa dan lain-lainnya, tetapi juga ada hati dan pikiran. Walaupun punya kekuatan besar, tetapi senantiasa ada pertimbangan untuk tidak menggunakan dan memakainya sembarangan.
Hati, akal pikiran, sebaiknya dikedepankan sebelum melakukan sesuatu. Kata hati tidak pernah berbohong, tidak pernah terlintas untuk keluar dari jalur sebagai diri manusia. Hanya bisikan-bisikan yang menjadikan sebuah pertimbangan.
Sebaiknya segala sesuatu yang dihadapi, jangan pernah ada kata menghindar atau melimpahkan kepada orang lain, tetapi dicari jalan terbaik pemecahannya termasuk dengan sedikit resiko kerugiannya. Sudah menjadi kodrat manusia yang diberikan akal dan pikiran, sehingga dalam memandang dan memahami sesuatu tentu akan berbeda-beda. Kadang manusia merasa lebih mengerti, lebih memahami, yang sebenarnya manusia itu sendiri sangatlah kecil.
Supaya semua bisa berjalan dengan enak, aman dan nyaman, sebaiknya menggunakan kata hati untuk menyikapi sesuatu.
Berbeda pandangan dan pengertian itu wajar. Berdeda pendapat itu juga wajar. Hanya kodrat manusia yang sebagai makhluk dunia ini yang sama.
Untuk apa kondisi itu harus dipertahankan. Kembali kepada asal-muasal manusia. Bila kita punya pendapat, apakah kita bisa memaksakan pendapat itu kepada makhluk lain, apakah besok atau sebentar lagi juga masih mampu untuk mempertahankan pendapatnya.
Ingat bahwa sebentar lagi, atau besok kita masih bisa jalan, masih bisa melihat, masih bisa bicara. Pertimbangankan dengan kata hati, supaya bisa menikmati kehidupan dunia ini