Selasa, 20 Mei 2008

Menyiasati Biaya Handphone

Sudah banyak operator telekomunikasi yang menawarkan SMS ataupun biaya percakapan murah, walaupun bila dicermati toh hasil akhirnya juga sama. Baik operator GSM maupun CDMA berlomba untuk mencari pengguna dan pemakai yang kebanyakan dengan iming-iming murah.

Pada dasarnya, semurah apapun biaya percakapan maupun SMS, bila dikonversikan kedalam rupiah tiap bulan yang harus kita bayar, hampir sama yaitu sekitar Rp 50.000,- Ini berlaku untuk jangka waktu aktif maupun biaya yang harus dibayarkan.

Salah satu "tip" bagaimana supaya kita bisa menelepon maupun SMS dengan hemat, antara lain :

  1. Kenali siapa dan nomor berapa, termasuk operator apa yang sering kita hubungi.
  2. Kenali siapa dan nomor berapa, termasuk operator apa yang sering menghubungi kita.

Setelah didapatkan, maka supaya kita dan rekan kita bisa berhemat, harus sama jenis dan operatornya. Karena biasanya tarip percakapan maupun SMS sesama operator akan lebih murah.

Salah satu ciri orang yang belum punya relasi, tentu tidak terlalu mempermasalahkan "gonta-ganti" nomor. Bila anda sudah yakin bahwa relasi dan rekan anda merupakan sesuatu yang penting, tentu harus memperhatikan kelanjutan dan kelangsungan nomor handphone anda.

Bagaimanapun pentingnya relasi sangat kecil pengaruh pada segi biaya dibandingkan dengan setiap kali harus ganti nomor dan operator, hanya untuk mencari "harga murah".

Bila anda sudah merupakan orang yang mengarah kepada kemapanan dan perlu identitas diri, saatnya memutuskan segera mencari nomor HP yang akan menjadi identitas anda selanjutnya. Syaratnya gampang, sekarang ini menurut pengetahuan anda nomor HP dan operator apa yang paling banyak penggunanya dan yang sering anda pakai untuk komunikasi dengan mereka.

Selamat berhemat, segeralah menjadikan nomor HP anda sebagai identitas anda.

Rabu, 07 Mei 2008

Menjelang Pilihan Gubernur Jawa Timur 2008

Secara pribadi, rasa-rasanya peserta calon gubernur Jawa Timur yang sudah mendaftar di KPU Jatim, belum mencerminkan seorang pemimpin yang akan memimpin jawa timur. Mengapa ... salah satu alasannya adalah uang yang telah dikeluarkan oleh para calon gubernur, entah uang pribadi atau uang siapa, yang jelas, uang itu sebenarnya adalah uang rakyat. Berapa banyak uang yang telah dipakai untuk cetak spanduk, foto-foto dlsbnya, dan lagi pula para calon gubernur itu pasti tahu dan memahami etika yang selama ini mereka-meraka juga yang turut sumbang saran. Memasang spanduk - iklan dsbnya seharusnya membayar pajak, tetapi sebagai calon pemimpin sendiri memberikan contoh asal pasang dstnya.
Seandainya aturan pilihan gubernur harus lebih dari 75% dari pemilih, maka saya ngajak dan menghimbau, berkali-kali pemilihan gubernur nanti tidak akan mencapai kuota itu.
Mari semuanya mencari pemimpin sejati, yang betul-betul memperjuangkan rakyat.

Selasa, 06 Mei 2008

Bantuan

Setiap diri manusia pada dasarnya ingin membantu sesama manusia lain. Ada yang membantu dalam bentuk uang, material, tenaga, pikiran dan lain sebagainya. Bahwa seseorang yang punya banyak uang, belum tentu bersedia membantu / memberikan sedikit uangnya kepada orang lain, tetapi saya yakin, seseorang tersebut punya keinginan untuk membantu.
Kadang kita punya pikiran yang "maaf" kurang percaya kepada hal-hal seperti itu. Peluang dan kesempatan untuk bisa membantu, kadang bahkan sering hilang begitu saja tanpa ada hasil maupun tindak lanjut.
Sebagai fittrah manusia, pasti punya keinginan untuk membantu sesama, walaupun beda wujud dan bentuknya. Marilah kita pelihara dan tingkatkan rasa dan keinginan untuk membantu sesama.