Rabu, 04 Juni 2008

Menyikapi perbedaan

Dalam kehidupan nyata di dunia, diberikan penglihatan, pendengaran, perasa dan lain-lainnya, tetapi juga ada hati dan pikiran. Walaupun punya kekuatan besar, tetapi senantiasa ada pertimbangan untuk tidak menggunakan dan memakainya sembarangan.
Hati, akal pikiran, sebaiknya dikedepankan sebelum melakukan sesuatu. Kata hati tidak pernah berbohong, tidak pernah terlintas untuk keluar dari jalur sebagai diri manusia. Hanya bisikan-bisikan yang menjadikan sebuah pertimbangan.
Sebaiknya segala sesuatu yang dihadapi, jangan pernah ada kata menghindar atau melimpahkan kepada orang lain, tetapi dicari jalan terbaik pemecahannya termasuk dengan sedikit resiko kerugiannya. Sudah menjadi kodrat manusia yang diberikan akal dan pikiran, sehingga dalam memandang dan memahami sesuatu tentu akan berbeda-beda. Kadang manusia merasa lebih mengerti, lebih memahami, yang sebenarnya manusia itu sendiri sangatlah kecil.
Supaya semua bisa berjalan dengan enak, aman dan nyaman, sebaiknya menggunakan kata hati untuk menyikapi sesuatu.
Berbeda pandangan dan pengertian itu wajar. Berdeda pendapat itu juga wajar. Hanya kodrat manusia yang sebagai makhluk dunia ini yang sama.
Untuk apa kondisi itu harus dipertahankan. Kembali kepada asal-muasal manusia. Bila kita punya pendapat, apakah kita bisa memaksakan pendapat itu kepada makhluk lain, apakah besok atau sebentar lagi juga masih mampu untuk mempertahankan pendapatnya.
Ingat bahwa sebentar lagi, atau besok kita masih bisa jalan, masih bisa melihat, masih bisa bicara. Pertimbangankan dengan kata hati, supaya bisa menikmati kehidupan dunia ini

0 komentar: